7 ALASAN MENGUNJUNGI JOGJA DI MUSIM HUJAN

Siapa sangka, musim hujan yang sering dihindari oleh para traveler justru memiliki banyak hal-hal keren dan tidak bisa dijumpai di waktu lain. Mulai dari suasana yang lebih romantis hingga kuliner eksotis, semuanya hanya ada di musim hujan lho!

Siapa bilang musim hujan nggak cocok untuk traveling? Memang sih kita harus sedikit repot membawa payung dan jas hujan ke mana-mana, tapi bukan berarti kita harus takut jalan-jalan di musim hujan. Ada banyak sekali hal keren yang bisa kita jumpai di musim angin muson barat, seperti pemandangan yang lebih hijau, kabut yang dramatis, dan berbagai suasana unik lain di Yogyakarta. Nah, berikut kami sajikan 7 alasan kenapa kamu harus mengunjungi Jogja di musim hujan. Penasaran? Yuk, kita simak!

1.Suasana Lebih Romantis

Anies Baswedan pernah berkata, "Semua sudut Jogja itu romantis." Hal ini tidak lepas dari keindahan atmosfer Jogja yang sederhana, nyaman, dan mudah dinikmati oleh setiap sejoli yang singgah di kota ini. Di musim hujan keromantisan Jogja pun bertambah berkali-kali lipat, membuatnya semakin asyik dikunjungi bersama pasangan. Bayangkan saja bagaimana rasanya berteduh di sebuah angkringan, menghirup aroma petrichordengan pemandangan Tugu Jogja dan lampu-lampu jalanan yang berkilauan terkena air hujan rintik-rintik. Wuih, romantis banget!

2.Bisa Menikmati Curug Musiman

Sebagai kawasan yang kaya akan perbukitan kapur, Yogyakarta memiliki banyak air terjun (curug) nan menarik untuk dikunjungi. Sayangnya, tidak semua air terjun ini mengalir sepanjang tahun, seperti air terjun di Pantai JoganAir Terjun SidoharjoTaman Sungai Mudal serta Air Terjun Grojogan Sewu. Curug-curug ini hanya mengalir ketika pasokan air melimpah di musim hujan, lalu kembali mengering di musim kemarau. Mumpung masih musim hujan, tidak ada salahnya kan berkunjung ke curug-curug musiman tersebut? Jika beruntung, kita juga bisa melihat kumpulan ratusan ekor kupu-kupu yang sedang asyik menyesap mineral di pinggir-pinggir air terjun; mirip seperti pemandangan di Taman Nasional Bantimurung, Sulawesi Selatan.

3.Pemandangan yang Lebih Hijau

Beberapa destinasi wisata di Yogyakarta terkenal akan pemandangannya yang hijau, segar dan teduh seperti Candi Abang Candi AbangKampung Edukasi Watu Lumbung, serta Desa Wisata Nawung. Sayangnya, pemandangan di lokasi-lokasi ini mungkin terasa kurang maksimal jika dikunjungi di musim kemarau, ketika pepohonan mulai mengering dan meranggas sehingga tidak terlihat "hijau" seperti yang kita harapkan. Di musim penghujan seluruh tanaman di lokasi-lokasi ini akan kembali "hijau", mengembalikan suasana teduh dan segar yang sayang untuk dilewatkan.

4.Kabut nan Dramatis

Bagi para pecinta kabut, musim hujan merupakan waktu yang pas untuk berburu foto pemandangan berkabut di Yogyakarta. Saat kelembapan udara cukup tinggi, kabut akan terbentuk di beberapa lokasi yang cukup ideal seperti KaliurangKebun Teh Nglinggo,Hutan Pinus Mangunan, serta Kebun Buah Mangunan. Kehadiran kabut akan menambah kesan dramatis di lokasi tersebut, sehingga pemadangan yang dihasilkan pun jauh lebih indah dan sayang untuk dilewatkan!

5.Menikmati Kuliner Eksotik

Selain belalang goreng, Gunungkidul juga memiliki kuliner ekstrem lain yang sama-sama terbuat dari serangga: ulat jati. Larva dari ngengat Hyblaea puera ini merupakan makanan favorit sebagian besar masyarakat Gunungkidul, baik sebagai camilan maupun sebagai lauk yang dimakan bersama nasi. Sayangnya, kuliner unik nan langka ini hanya bisa kita temui selama beberapa minggu di musim penghujan, ketika populasi ulat tersebut cukup tinggi dan mudah ditemui di hutan-hutan jati. Berani coba?

6.Musim Buah-buahan

Pertengahan musim hujan merupakan puncak musim panen beberapa buah di Indonesia, termasuk salak pondoh dan durian menoreh yang terkenal sebagai buah tangan khas Yogyakarta. Di beberapa lokasi, kita juga bisa menemukan cukup banyak pedagang buah seperti rambutan, durian dan manggis yang dipetik dari perkarangan sendiri. Harga buah ini tentunya dengan harga yang lebih murah dari yang dijual saat musim kemarau, dengan rasa yang tidak kalah segar. Kita tidak perlu bingung lagi mencari oleh-oleh murah, segar dan sehat jika berkunjung ke Jogja di musim hujan.

7.Hotel dan Tiket Pesawat Murah

Karena musim hujan cenderung dihindari oleh para traveler, harga-harga penginapan dan tiket pesawat pun cenderung lebih murah dibandingkan dengan peak season. Harga penginapan yang cenderung naik di tahun baru pun kembali normal, bahkan bisa diskon! Tentunya hal ini bisa membantu kita mengurangi pengeluaran selama liburan, meskipun harus sedia payung setiap keluar hotel. Asyik, kan?

 Yuk cari paket tour jogjanya di talata tour (www.talatatour.com)